Gunakan Ampas Kopi untuk Tanaman

5 Cara Mudah Gunakan Ampas Kopi untuk Tanaman

Kali ini, Team Siherbal akan membahas mengenai langkah-langkah menggunakan ampas kopi yang cocok sebagai media tanam bagi tanaman dengan cara yang mudah.

Lain kali Anda menyeduh kopi, jangan buru-buru membuang ampasnya.

Sebaliknya, simpan ampas untuk digunakan di taman Anda.

Ampas kopi adalah sumber senyawa nitrogen gratis yang dapat memperkaya unsur hara dalam tanah Anda.

Berikut adalah beberapa metode yang telah teruji dalam pemanfaatan bubuk kopi untuk tanaman.

Langkah-langkah

Buatlah Ampas Kopi menjadi Kompos

Bubuk kopi kaya akan unsur nitrogen, yang berarti meskipun berwarna coklat, tetapi dianggap sebagai bahan pengomposan hijau, seperti sisa-sisa tanaman dan potongan rumput.

Untuk membuat kompos secara aktif, banyak ahli merekomendasikan sekitar satu bagian bahan hijau sampai dua atau tiga bagian coklat, seperti daun.

Bahkan jika Anda tidak dapat mengikuti rasio pengomposan aktif, bubuk kopi Anda tidak boleh lebih dari 20% dari tumpukan kompos Anda.

Sebab jika lebih dari itu dapat memperlambat proses pengomposan dan sebaliknya justru akan berdampak negatif bagi tanaman.

Tambahkan Ampas Kopi ke Media Cacing Anda

Siapa sangka bahwa cacing ternyata sangat menyukai ampas kopi. Hanya saja, jangan memberi mereka lebih dari satu cangkir per minggu dan jangan memberi mereka secangkir penuh ampas kopi sekaligus.

Sebaliknya, bagilah selama beberapa hari. Cacing tidak bisa mengatasi tingkat keasaman yang berlebihan, jadi sebaiknya berikan ukuran yang proporsional.

Gunakan Ampas Kopi sebagai Mulsa

Saat organisme di tanah perlahan-lahan memecah bubuk kopi, mereka menambahkan nitrogen ke tanah dan memperbaiki strukturnya secara keseluruhan.

Cacing tanah juga membantu mengolahnya di dalam tanah, yang selanjutnya meningkatkan teksturnya.

Lapisan tipis bubuk kopi tidak hanya bermanfaat bagi tanah, tepi yang abrasif, tajam, dan keasaman alami bubuk kopi bisa menjadi penghalang siput yang baik.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa kafein beracun bagi siput.

Jangan menambahkan lapisan bubuk kopi yang tebal, karena akan memadat dan membentuk kerak sehingga tidak memungkinkan udara atau air masuk dalam tanah.

Saat menggunakan ampas kopi untuk mulsa, pH ampas menetralkan saat terurai, jadi Anda tidak perlu khawatir akan menurunkan pH tanah.

Terapkan Bubuk Kopi sebagai Nutrisi Tambahan

Ini adalah pemanfaatan ampas kopi sebagai penghalang seperti mulsa atau pemberian nutrisi tambahan.

Anda menambahkan sedikit bahan sekaligus untuk meningkatkan nutrisi tanaman yang sudah ada di sana sebelumnya.

Seperti mulsa, tambahkan sekitar 1 inci bubuk kopi sekaligus. Anda bahkan bisa juga mencampurnya dengan tanah dengan kompos berbahan dasar daun atau bahan organik lainnya.

Manfaatkan sebagai Pupuk Organik Cair

Seduh dua cangkir bubuk kopi dalam ember berukuran 5 galon, selama enam hingga 12 jam.

Gunakan pupuk cair ini untuk menyiram dan memberi tambahan nutrisi bagi daun tanaman Anda.

Tentang manfaat pemberian nutrisi untuk daun mungkin masih banyak perdebatan, tetapi dalam hal ini, biarkan tanaman Anda beradaptasi.

Jika mereka tampak tidak sehat setelah pemberian nutrisi berbahan dasar ampas kopi tersebut, segera hentikan.

Membuat pupuk cair dari seduhan ampas bekas tidak sama dengan menggunakan sisa kopi untuk menyiram tanaman Anda.

Kopi sisa lebih asam dan memiliki senyawa lain di dalamnya yang dikeluarkan dari bubuk kopi.

Beberapa tanaman yang menyukai asam menikmati penyiraman sesekali dengan kopi, tetapi mereka mengambil kopi hitam serta mengabaikan campuran gula atau krim dalam ampas tersebut.

Jenis Tanaman yang Cocok Diberikan Ampas Kopi sebagai Pupuk

Semakin banyak penghobi berkebun menyuburkan tanaman mereka dengan bubuk kopi, karena produk limbah diduga mengandung banyak nutrisi penting, seperti fosfor, nitrogen, dan kalium.

Oleh karena itu, kopi tidak hanya menjadi pupuk yang hemat biaya, tetapi juga pupuk yang ramah lingkungan.

Pada artikel kali ini, kami telah merangkum untuk Anda tanaman apa saja yang paling cocok memanfaatkan ampas kopi sebagai pupuk.

Blackberry

Blackberry dikenal menghasilkan beragam buah berwarna biru kehitaman.

Namun, perawatan secara profesional penting untuk jenis tanaman buah tersebut, yang pada gilirannya mencakup pemupukan teratur.

Buah beri paling baik dipupuk dengan pupuk beri khusus, karena ia memiliki kandungan kalium yang tinggi dan oleh karena itu sangat disesuaikan dengan kebutuhan tanaman.

Karena blackberry terasa paling nyaman di tanah asam dan nilai pH sekitar 5, mereka juga dapat diberikan pupuk dari ampas kopi.

· Nama latin: Rubus sectio Rubus

· Sinonim: beri liar, beri hitam

· Genus: Rosaceae

· Lokasi: cerah atau teduh sebagian

· Tanah: lembab, humat, berventilasi baik, sedikit asam

Tips : Pupuk organik seperti kotoran sapi atau kuda juga cocok untuk pemupukan blackberry.

Anda juga bisa memanfaatkannya untuk tanaman blueberry, meskipun Anda harus tetap memperhatikan dosis pemberiannya.

Tanaman Angel’s Trumpet (Brugmansia)

Tanaman Angel's Trumpet (Brugmansia)

Tanaman ini tidak hanya memerlukan asupan air yang sangat tinggi tetapi juga nutrisi.

Oleh karena itu tanaman ini secara teratur membutuhkan air dan pupuk, di mana pupuk lengkap yang larut dalam air yang terbuat dari nitrogen, kalium dan fosfor adalah yang terbaik. Nutrisi jenis itu dapat

ditemukan di bubuk kopi, itulah sebabnya mereka bisa digunakan.

Pupuk ampas kopi paling baik diaplikasikan menjadi lapisan mulsa untuk tanaman angels trumpet.

· Nama latin: Brugmansia

· Nama Lain: Tree of the Evil Eagle, Burundanga

· Genus: keluarga Nightshade (Solanaceae)

· Lokasi: terlindung dari angin, hindari matahari tengah hari

· Tanah: kaya nutrisi

Tips : Bubuk kopi tidak hanya cocok sebagai pupuk, tetapi juga sebagai obat alami untuk bekicot. Karena terompet malaikat suka diserang hama, penggunaan pupuk kopi lebih dianjurkan.

Geranium

Geranium

Tanaman hias Geranium terkenal dengan bunganya yang cantik dan berwarna-warni.

Agar bunga berkembang sebaik mungkin, selain pemilihan lokasi yang tepat, pemupukan secara teratur juga diperlukan.

Geranium biasanya dipupuk pertama kali pada saat ditanam, karena pada titik ini pupuk jangka panjang dimasukkan ke dalam tanah.

Mereka kemudian ditambahkan dengan pupuk cair setiap minggu atau setiap 14 hari sekali.

Jika tanaman juga diberi pupuk dari ampas kopi, kebutuhan nutrisinya pasti terpenuhi dengan baik.

· Nama latin: Pelargonium

· Sinonim: Storchschnabel, Brennende Lieb (South Tyrol)

· Genus: keluarga cranesbill

· Lokasi: sinar matahari penuh sampai teduh parsial

· Tanah: dikeringkan dengan baik dan kaya nutrisi

Mentimun

Pupuk organik seperti pupuk kandang sangat cocok untuk mentimun.

Mereka juga bisa diberikan tepung batu atau cairan jelatang tanpa masalah.

Jenis yang terakhir dapat dibuat sendiri, sehingga menjadikannya pilihan yang sangat murah.

Tanaman juga dapat diberikan lapisan mulsa dari bahan organik, yang menjaga kelembapan di dalam tanah.

Kopi dapat dengan mudah ditambahkan ke dalam lapisan mulsa tersebut dan memberi mentimun nutrisi tambahan.

· Nama latin: Cucumis sativus

· Sinonim: Kukumber

· Genus: Cucurbitaceae

· Lokasi: sinar matahari penuh dan terlindung dari angin

· Tanah: humus dan gembur

Tanaman Bluberi

Saat memupuk blueberry, kebutuhannya harus diperhitungkan, karena mereka lebih menyukai nilai pH dalam tanah antara 4,0 dan 5,0.

Untuk memastikan nilai pH tidak naik terlalu banyak, sebaiknya hentikan penggunaan pupuk berkapur.

Namun situasinya berbeda dengan ampas kopi, karena mereka menjaga nilai pH tetap rendah dan menjadikan tanah tetap bersifat asam. Agar tanaman

menghasilkan buah yang melimpah dari periode Juli hingga September, mereka dipupuk setiap tahun di musim semi dan di bulan Juni untuk berbunga dan berbuah.

Pupuk rendah kapur untuk rhododendron dan azalea dan beberapa bubuk kopi paling cocok untuk jenis tanaman ini.

· Nama latin: Vaccinium myrtillus

· Sinonim: mollberry, wildberry, blueberry

· Genus: Blueberry (Vaccinium)

· Lokasi: sinar matahari penuh dan terlindung

· Tanah: tanah berpasir asam, permeabel dan bebas kapur

Tanaman Kismis

Kismis dianggap relatif tidak banyak menuntut, tetapi mereka juga sangat menikmati pemberian pupuk secara teratur.

Pupuk khusus paling baik untuk tanaman ini, tetapi kompos atau pupuk kandang juga memberinya banyak nutrisi.

Jika Anda menyuburkan kismis secara organik dengan kompos atau pupuk kandang, Anda juga bisa memperkayanya dengan ampas kopi.

Waktu pembuahan juga penting, karena kismis dibuahi pertama kali sebelum bertunas pada bulan Maret.

Mereka kemudian dibuahi dari April hingga Mei dan diberi sebagian nutrisi untuk terakhir kalinya di musim berbuah.

· Nama latin: Ribes

· Sinonim: Kismis merah, Meertrubeli, Ahlbeere

· Genus: Keluarga Gooseberry (Grossulariaceae)

· Lokasi: cerah atau teduh sebagian

· Tanah: lembab, kaya akan humus dan nutrisi

Tanaman Labu

Tidak hanya memakan banyak tempat, labu juga membutuhkan setidaknya enam jam sinar matahari per hari. Untuk mendukung pertumbuhan sebaik mungkin, pemupukan secara teratur juga dianjurkan.

Labu paling baik dipupuk seminggu sekali dengan pupuk lengkap kaya nitrogen, yang dicampur ke dalam air irigasi seminggu sekali.

Alternatif pupuk ramah lingkungan adalah kompos, yang menyediakan nutrisi jangka panjang bagi tanaman.

Untuk meningkatkan nutrisi dalam kompos, Anda dapat menambahkan ampas kopi ke dalamnya.

· Nama latin: Cucurbita

· Sinonim: buah melon

· Genus: Cucurbitaceae

· Lokasi: sinar matahari penuh dan terlindung

· Tanah: lembab, kaya nutrisi dan humus

Tanaman Rhododendron

Tanaman Rhododendron

Yang terpenting, rhododendron mengesankan dengan keanekaragaman hayatinya, karena sekitar 1000 spesies rhododendron yang berbeda dikenal di seluruh dunia.

Beberapa dari spesies ini dapat mencapai ketinggian beberapa meter, yang lain tumbuh menjadi semak berbunga kecil.

Saat merawatnya, tidak hanya kebutuhan kelembapan yang tinggi saja yang harus diperhitungkan, karena

tanaman juga membutuhkan pemupukan secara rutin.

Ada pupuk khusus untuk rhododendron, tapi ampas kopi juga cocok untuk jenis tanaman ini. Pangaplikasian paling baik dicampur dengan tepung tanduk dan dicampur rata ke tanah.

· Nama latin: rhododendron

· Sinonim: Alpenrose, Rosenbaum

· Genus: keluarga Heather (Ericaceae)

· Lokasi: hindari sinar matahari langsung

· Tanah: gembur, humat dan asam

Tomat

Tomat memiliki keunggulan yang menentukan bahwa mereka dapat ditanam baik di luar ruangan maupun dalam pot di balkon.

Mereka juga dianggap relatif mudah untuk dirawat, sehingga dengan sedikit keahlian, bahkan tukang kebun yang tidak berpengalaman pun dapat mengharapkan panen yang menghasilkan panen yang tinggi.

Salah satu faktor terpenting adalah suplai nutrisi yang seimbang untuk tanaman, karena tomat termasuk pemakan berat .

Untuk memastikan kebutuhan nutrisi Anda selalu terpenuhi, sebaiknya Anda rutin melakukan pemupukan tomat.

Beragam pupuk tersedia untuk tanaman tomat, seperti pupuk cair atau kompos.

Selain itu, tomat dapat dibuahi dengan ampas kopi hanya dengan mengolahnya menjadi lapisan mulsa.

· Nama latin: Solanum lycopersicum

· Sinonim: apel permen, apel surga, tomat

· Genus: keluarga Nightshade (Solanaceae)

· Lokasi: sinar matahari penuh dan hangat

· Tanah: kaya nutrisi dan gembur

Itu tadi beberapa tips pemanfaatan ampas kopi untuk pupuk sekaligus daftar beberapa jenis tanaman yang cocok menggunakan ampas kopi sebagai nutrisi tambahannya. Semoga artikel diatas bermanfaat. Terima kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja