Ciri-ciri dan Gejala Mata Minus

Ciri-ciri dan Gejala Mata Minus yang Perlu Anda Tahu!

Ciri-ciri mata minus adalah mata yang tidak mampu melihat objek yang letaknya jauh secara jelas.

Gangguan ini bisa terjadi ketika bentuk bola mata atau kornea menyebabkan kurang tepatnya pembiasan (refraksi) cahaya yang masuk ke mata.

Apa saja ciri-ciri mata minus?

Normalnya, cahaya dari luar…

seharusnya jatuh tepat di retina agar Anda bisa melihat objek dengan jelas.

Namun, kelainan refraksi pada mata minus menyebabkan cahaya jatuh di depan retina mata.

Sehingga benda yang posisinya jauh akan terlihat buram atau tampak kabur.

Tanda-tanda miopi atau rabun jauh umumnya mulai muncul ketika berumur 6-14 tahun.

Menurut Boston Children Hospital, 20% dari anak-anak usia tersebut mengalami mata minus.

Namun, setiap orang dari segala umur sebenarnya tetap bisa mengalami gejala mata minus ini.

Ciri-ciri yang menandakan Anda mengalami mata minus di antaranya adalah:

  • Pandangan buram saat melihat benda-benda yang jaraknya jauh
  • Harus menyipitkan mata atau menutup sebagian kelopak mata untuk objek yang jauh dengan jelas
  • Mata terasa perih dan lelah ketika memandang sesuatu terlalu lama
  • Sakit kepala
  • Sulit melihat saat mengendarai terutama di malam hari (rabun senja).

Ciri-ciri mata minus pada anak-anak

Ciri-ciri Mata Minus (Rabuh Jauh) pada Anak-anak

Rabun jauh juga bisa terjadi sejak masa usia kanak-kanak (antara 6 tahun hingga 12 tahun).

Karena itu, Anda sebagai orang tua perlu memeriksakan mata Si Kecil bila menemukan gejala-gejala berikut ini padanya:

  • Sering memicingkan mata.
  • Saat menonton televisi, selalu duduk mendekat ke layar dengan alasan supaya lebih jelas melihat.
  • Harus duduk di bangku paling depan saat belajar di kelas supaya bisa melihat papan tulis dengan jelas.
  • Kerap tidak jelas melihat keberadaan objek yang letaknya jauh dari pandangannya.
  • Mengedip-ngedipkan mata secara berlebihan.
  • Sering mengusap-usap mata.

1. Sering mengeluh sakit kepala

Anak yang menderita rabun jauh, memiliki mata yang harus bekerja lebih keras terus-menerus agar dapat melihat objek jauh dengan jelas.

Hal ini, membuat anak sering mengalami sakit kepala. Mata yang lelah juga perlu istirahat.

Jika dipaksakan terus bisa menimbulkan gejala sakit kepala, dan jika sakit kepala ini terus dibiarkan maka bisa mengganggu aktivitas anak, khususnya ketika anak melakukan aktivitas yang harus melihat objek dari jauh, seperti berolahraga.

2. Frekuensi mengedipkan mata yang meningkat

Anak yang menderita miopia sering merasakan pegal atau mata lelah, hal ini membuatnya sering mengedipkan mata.

Selain pegal dan lelah, mengedipkan mata juga membantu anak memperjelas dan mempertajam penglihatannya.

Ketika Mama memerhatikan anak sering mengedipkan mata, maka segera konsultasikan ke dokter mata agar anak bisa mendapatkan kacamata yang disesuaikan dengan tingkat minusnya.

3. Sulit melihat di malam hari atau di ruangan gelap

Si Anak mungkin merasa pandangannya normal pada saat pagi sampai siang hari.

Namun, ketika menjelang malam hari, ia sering tidak bisa melihat objek dengan jelas.

Khususnya ketika anak belajar dengan kondisi kamar yang tidak terlalu terang di malam hari.

Untuk kasus ini, anak mungkin terkena night myopia atau rabun senja, kondisi mata minus ini hanya terjadi saat sudah malam atau dalam kondisi gelap.

Umumnya, tajamnya mata anak yang menderita night myopia tergantung dari cahaya lingkungan di sekitarnya.

4. Tidak fokus belajar di sekolah hingga prestasi menurun

Saat masuk sekolah, anak yang menderita miopia mungkin mengalami kesulitan belajar saat duduk di barisan tengah atau di belakang.

Hal ini terjadi karena anak tidak bisa fokus melihat ke pelajaran atau presentasi di depan.

Selain itu, miopia terkadang juga membuat anak keliru melihat tulisan di papan tulis.

Sehingga anak bisa salah menulis bagian pelajaran yang penting.

Sayangnya, gangguan ini membuat anak jadi tertinggal atau sulit mengikuti pelajaran di sekolah karena pandangannya yang buram.

Ketika Mama melihat nilai atau prestasi anak yang menurun, jangan langsung dimarahi ya!

Coba tanyakan pada anak apa penyebab yang mengganggunya, mungkin ia akan mengatakan penglihatannya yang buram.

5. Sering terjatuh atau menabrak benda-benda disekitarnya

Ciri-ciri terakhir yang dapat mama perhatikan adalah, anak menjadi sering terjatuh atau menabrak benda disekitarnya.

Dapat dipastikan bahwa, kondisi ini disebabkan akibat pandangan anak yang buram dan sulit mendeteksi apa yang ada di depannya.

6. Mengeluh susah melihat benda yang jauh

Ciri-ciri yang sudah pasti membuat Mama yakin anak menderita mata minus adalah, anak sering mengeluh susah melihat benda-benda yang jauh.

Hal ini terjadi jika minus anak yang sudah terlalu tinggi.

Hindari menunda pemeriksaan di dokter mata, karena jika dibiarkan berisiko memperburuk mata minus yang dialami anak.

7. Sering menggosok mata

Anak yang menderita miopia atau rabun jauh umumnya tidak nyaman ketika melihat objek dengan jarak jauh.

Jika, anak mama belum pernah melakukan pemeriksaan mata sehingga belum berkacamata.

Ia cenderung sering menggosok matanya saat mencoba melihat objek di kejauhan.

Ketika anak lebih sering menggosok matanya, Mama bisa bertanya padanya:

  • Apa yang dirasakannya?
  • Apa yang ia lihat?
  • Mengapa ia sering melakukan hal tersebut? dan
  • Apa yang mengganggunya?

Menggosok mata bisa menjadi ciri-ciri mata anak yang lelah ketika melihat objek jarak jauh.

Ciri-ciri mata minus pada orang dewasa

  • Pandangan jadi kabur atau tidak fokus saat melihat benda atau objek yang jaraknya jauh.
  • Terpaksa memicingkan mata untuk bisa melihat objek yang jauh agar lebih jelas.
  • Sering sakit kepala akibat mata yang terus berkontraksi.
  • Pandangan menjadi kabur saat mengemudikan kendaraan di malam hari.
  • Mata terasa sakit atau sering lelah.

Cara Mengobati Mata Rabun

Cara Mengobati Mata Rabun

Apabila mengalami ciri-ciri mata minus, Anda perlu memeriksakan kondisi mata ke dokter mata.

Dokter spesialis mata akan memberikan beberapa pilihan penanganan mata minus untuk mengatasi kondisi Anda, atau setidaknya membantu Anda untuk melihat objek yang jauh dengan lebih jelas.

1. Memakai kacamata

Gunakanlah kacamata pelindung saat Anda sedang beraktivitas, seperti berolahraga atau kegiatan apapun yang berhubungan dengan paparan polusi yang mengandung racun.

Selain bisa menjadi cara mengatasi rabun jauh agar tidak semakin parah, miopia juga bisa dicegah dengan langkah ini.

2. Mengonsumsi makanan sehat

Mengonsumsi makanan sehat menjadi cara mengatasi rabun jauh yang bisa dicoba.

Coba santap sayuran hijau dan buah-buahan!

Selain itu, beberapa studi juga membuktikan, ikan yang mengandung asam lemak omega-3 juga bisa dikonsumsi sebagai cara mengatasi rabun jauh.

3. Menghentikan kebiasaan merokok

Merokok

Merokok bisa menyebabkan penyakit, seperti:

  • Jantung,
  • Paru-paru, hingga
  • Kanker.

Namun tahukah Anda bahwa merokok bisa membahayakan kesehatan mata?

Itulah sebabnya, menghentikan kebiasaan merokok dianggap sebagai cara mengatasi rabun jauh yang dapat Anda lakukan.

Baca juga: 10+ Cara Menyembuhkan Mata Minus Secara Alami

Referensi (Resource):

  • 1. Armita Rahardini. Ciri-ciri Mata Minus Ini Menandakan Anda Butuh Kacamata. SehatQ. Published October 15, 2019. Accessed April 17, 2021. https://www.sehatq.com/artikel/ciri-ciri-mata-minus-ini-menandakan-anda-butuh-kacamata
  • 2. Jemima Karyssa Rompies. 9 Ciri-Ciri Mata Rabun Jauh atau Miopia pada Anak. POPMAMA.com. Published January 27, 2021. Accessed April 17, 2021. https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/jemima/ciri-ciri-mata-rabun-jauh-atau-miopia-pada-anak/
  • 3. 11 Ciri-Ciri dan Gejala Mata Minus Pada Anak dan Dewasa | HonestDocs. HonestDocs. Published 2019. Accessed April 17, 2021. https://www.honestdocs.id/11-ciri-ciri-dan-gejala-mata-minus-pada-anak-dan-dewasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Shopping Cart